Batik Lasem

Batik Lasem

Batik lasem rembang adalah batik yang mempunyai motif dan ciri khas tertentu yang membedakan antara batik lainnya di seluruh tanah air. Nama Lasem adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Indonesia. Merupakan kota terbesar kedua di Kabupaten Rembang setelah kota Rembang. Lasem dikenal juga sebagai “Tiongkok kecil” karena merupakan kota awal pendaratan orang Tionghoa di tanah Jawa dan terdapat perkampungan tionghoa yang sangat banyak. Di Lasem juga terdapat patung Buddha Terbaring yang berlapis emas. Kerajinan Batik Lasem sangat terkenal sejak lama yang diperkirakan telah ada sejak tahun 1413 batik lasem rembang ini cepat terkenal karena cirinya sebagai batik pesisir yang indah dengan pewarnaan yang berani atau mencolok. batik lasem rembang sangat diminati para kolector batik tingkat dunia dan akhir-akhir ini para pengusaha batik telah melakukan beberapa pameran seperti di Jakarta di MT Thamrin, JCC. Grand Indonesia DLL untuk melihat lebih jelasnya batik lasem Rembang Silahkan anda Kunjungi Sentra Batik Lasem
Add to Cart
Klenteng Gie Yong Bio

Klenteng Gie Yong Bio

Klenteng Gie Yong Bio klenteng Gie Yong Bio, sebuah tempat peribadatan yang sudah dikenal sejak tahun 1780. Saya merasakan sendiri bagaimana interaksi warga keturunan Tionghoa yang begitu membaur dengan orang-orang pribumi. Klenteng ini disebut sebagai bangunan penghargaan atas pahlawan mereka. Oei Ing Kiat, Panji Margono dan Tan Kee Wie. Tembok tinggi, dengan ukiran megah yang mengelilingi, menandakan bagaimana rakyat begitu menghormati pejuangnya. Begitu juga dengan lampion-lampion meriah yang menggelayut di bagian atas tiang dan atapnya.
Add to Cart
Jejak Sunan Bonang Di Kabupaten Rembang

Jejak Sunan Bonang Di Kabupaten Rembang

Jejak Sunan Bonang Di Kabupaten Rembang Sunan Bonang atau Maulana makdum Ibrahim putra Sunan Ampel lahir tahun 1466 ,salah satu anggota walisongo yang cukup dikenal kalangan masyarakat jawa.Petilasan dakwah sunan Bonang tersebar luas disejumlah daerah diantaranya kawasan Lasem,kab Rembang ini sesungguhnya menarik dijelajahi sekaligus berwisata religi.Perjalanan sejarah sunan Bonang mulai dilakukan ketika kerajaan Demak dikuasai oleh sultan Trenggono dan semenjak itulah Ia memutuskan untuk melakukan kegiatan dakwah disejumlah daerah diantaranya desa Bonang,kec bonang,Rembang.Didesa ini Ia membangun masyarakat desa Bonang melalui sebuah pondok pesantren sederhana bernama watu layar yang jumlah murid-muridnya waktu itu cukup banyak berasal dari Lasem dan sekitarnya.Pondok pesantren yang Ia bangun tidak beda jauh dengan pondok pesantren denta milik ayahnya dan pondok pesantren ini tidak saja menggelar pengajian,mengaji,belajar beragam ilmu pengetahuan,seni suluk,serta mengadakan kegiatan ekonomi rakyat yakni membuat terasi berbahan dasar udang sebagaimana kerajinan masyarakat bonang saat ini .Sunan bonang dalam mengajarkan ilmu pengetahuan banyak mengacu pada fiqh,tasawuf tak heran Ia memiliki karomah yang unik sebagaimana yang dialami oleh salah satu utusan kerajaan Majapahit bernama bendera .Peristiwa itu berawal dari suara senandung murid sunan bonang bernama bendera yang dikira suara bende oleh sunan Bonang hingga akhirnya orang tersebut menjelma menjadi bende.Bende ini kemudian dijadikan sebagai sarana menyebarkan ajaran Islam oleh walisongo melalui perangkat musik gamelan yang dinamakan bonang .Alat musik bonang ini sunan Bonang mampu menciptakan aneka seni baik gamelan yang dipadu alat musik lain dipentaskan pada pagelaran wayang juga Ia ciptakan sendiri .Selain wayang sunan Bonang juga menciptakan seni suluk yang cukup populer tembang tombo ati. Menariknya setiap tahun digelar tradisi penjamasan bende bendera didesa Bonang .Perjalanan dakwah sunan Bonang yang disejumlah daerah di Lasem ,tuban dan daerah lainnya sampai Ia meninggal membuat tempat makam sunan Bonang pun berada dibeberapa tempat yang berbeda.Hal ini terjadi diduga akibat ulah kolonial Belanda yang berusaha menghilangkan jejak sejarah sunan Bonang.Makam sunan Bonang versi di tuban tepatnya dibelakang masjid Tuban kemudian muncul makam versi didesa Bonang terletak dikomplek bekas pesantren dekat pantai.Makam sunan Bonang didesa Bonang sederhana bukan berbentuk nisan,tetapi ditandai 2 batu nisan dan bunga melati,uniknya dekat makam ini dijumpai tapak batu diduga bekas pasujudan sunan Bonang kemudian tidak jauh dari makam juga terdapat situs sumur yang dipakai sunan bonang serta sebuah masjid .Menariknya dikawasan Lasem rumah Sunan bonang masih bisa ditemukan kondisinya terawat dengan baik dan arsitektur bangunannya unik khas rumah cina mengingat Ia keturunan campa .Perjalanan atau jejak sejarah sunan Bonang dikota Lasem sesungguhnya kalau ditelusuri lebih jauh jumlahnya cukup banyak yang dapat ditemukan dan digali kembali dipelosok Lasem mengingat Sunan Bonang menetap cukup didesa ini.Perjalanan dakwah sunan Bonang dikota menjadi refleksi sejarah tentang perjalanan sejarah seorang walisongo yang rendah hati dengan terjun ke tengah masyarakat Lasem dalam metode dakwah yang unik khas sunan Bonang menciptakan gamelan bonang serta seni suluk kesemuanya memberi warna baru dalam perjalanan dakwah di Indonesia.Perjalanan dakwah sunan Bonang di Lasem seakan mengingatkan kembali perjuangan Sunan Bonang dalam menyebarkan ajaran Islam walau tidak sedikit halangan dan rintangan yang Ia temui saat melakukan perjalanan dakwahnya,tetapi disisi lain mampu membukakan pola pikir maupun pola hidup masyarakat Lasem tidak saja memberi ilmu pengetahuan agama ,tetapi juga ketrampilan yang kini menjadi mata pencaharian masyarkat desa Lasem yakni membuat petis terasi sehingga sudah layaknya bila Sunan Bonang sebagai anggota Walisongo.
Add to Cart
Terasi Lasem

Terasi Lasem

Terasi Lasem Di desa Bonang sendiri para penduduknya memproduksi terasi yang memiliki kwalitas super. Para pembuat masih menjaga kwalitas trasinya untuk para pembeli tetap berminat dengan terasi lokal serta menarik para wisatawan untuk mengkonsumsi terasi buatan lasem.
Add to Cart
Hasil Laut Rembang

Hasil Laut Rembang

Hasil Laut Rembang Desa Tasikagung adalah desa sentra perikanan laut di Kabupaten Rembang. Di desa Tasikagung inilah dermaga/pelabuhan kapal perikanan Rembang dan Tempat Pelelangan Ikan dibangun. Pembangunan masih terus dilakukan dengan meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana untuk mengoptimalkan hasil komoditas perikanan laut yang mampu menyumbangkan devisa bagi Kabupaten Rembang. Transportasi : Dilalui jalur Pantura. Desa Tasikagung merupakan desa pesisir, dilalui/sebelah utara jalur pantura dengan batas-batas wilayah meliputi : • Disebelah Utara merupakan laut jawa • Disebelah Timur merupakan Pantai Kartini yang sekarang menjadi Dampo Awang Beach, • Disebelah Barat merupakan Desa Tanjungsari yang dibatasi oleh sungai Karanggeneng • Disebelah selatan merupakan Desa Sumberjo.
Add to Cart
Kelenteng Cu An Kiong

Kelenteng Cu An Kiong

Kelenteng Cu An Kiong Kecamatan di pesisir utara Jawa yang dikenal dengan julukan Tiongkok Kecil itu bermimpi menjadikan Lasem sebagai Kota Pusaka Dunia pertama di Indonesia. Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (Fokmas) Lasem dan Rembang Heritage Society merupakan motor dari impian besar tersebut. Para penggiatnya rela mencurahkan ide, pikiran, tenaga hingga dana untuk mengejar cita-cita Heritage City. Saya pun merasa beruntung mendapat kesempatan berbincang dan bertukar pikiran dengan beberapa sosok hebat di balik dua komunitas tersebut. Ada Pak Toro, Pak Yono dan Mas Pop. Untuk menggapai status Kota Pusaka Dunia, para motor Fokmas dan Rembang Heritage Society tak sekadar berpangku tangan. Kerja keras Fokmas dimulai dengan mengumpulkan data sejarah dan budaya Lasem, membangkitkan kembali kesenian rakyat, mengangkat batik Lasem dan menggandeng para tokoh masyarakat setempat. Beberapa kegiatan juga sudah digelar, di antaranya jelajah pusaka Lasem yang diikuti masyarakat setempat dan luar kota. Mereka juga melakukan kampanye pelestarian pusaka lasem di Radio Maloka dan melakukan pendampingan terhadap mahasiswa, peneliti dan penulis yang riset di Lasem. Luar biasa! Mas Pop menguraikan Lasem berani bermimpi tinggi karena memiliki potensi heritage yang lengkap. Secara arkeologi Lasem sedang dalam proses menjadi Kawasan Cagar Budaya. Itu akan menjadi salah satu modal Lasem untuk menjadi Kota Pusaka Dunia. Di tingkat nasional, mereka bermitra jejaring dengan BPPI Badan Pelestarian Pusaka Indonesia dan Organisasi-organisasi Pelestari di Seluruh Indonesia. “Jadi kota pusaka dunia bukan untuk menarik wisatawan, tetapi pengelolaan kawasan heritage agar tetap lestari dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya lewat pelestarian dan pengembangan. Wisatawan itu hanya efek lanjut,” beber Mas Pop. Langkah masyarakat Lasem meraih impiannya jelas masih jauh dari garis finis. Butuh dukungan penuh dari pemerintah setempat untuk meringankan langkah. Tapi setidaknya mereka sudah berani berjuang. Semoga suatu saat nanti mimpi itu benar-benar terelasasi.
Add to Cart
Tempat Petilasan Sunan Bonang

Tempat Petilasan Sunan Bonang

Tempat Petilasan Sunan Bonang Tempat wisata di Rembang selanjutnya berupa petilasan atau diyakini masyarakat sebagai tempat beristirahatnya Sunan Bonang, salah satu Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Tempat wisata ini terletak 17 km dari Lasem. Sebagai seorang wali besar maka tempat ini sangat ramai dikunjungi para peziarah agar mereka mendapat ketentraman rohani yang lebih jika mengunjungi tempat petilasan Sunan Bonang.
Add to Cart
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rembang Bangkit - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger